Hemodiafiltrasi dan Hemodialisis: Apa Saja Perbedaan dan Keuntungannya?

KPCDI – Terapi hemodialis merupakan salah satu cara untuk membantu fungsi ginjal yang sudah rusak. Hal itu disampaikan oleh Ahli Penyakit Dalam dr. Tjie Hendra SpPD-KGH dalam webinar publik bertajuk Hemodiafiltrasi dan Hemodialisis: Apa Saja Perbedaan dan Keuntungannya yang diselenggarakan oleh Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) bersama Fresenius Medical Care Indonesia (24/7).

Dalam paparannya, dr. Hendra menjelaskan sayangnya hemodialisis masih memiliki banyak kekurangan bagi pasien ginjal kronik. Salah satunya angka mortalitas pasien yang cukup tinggi karena terapi ini masih belum sempurna membuang molekul atau racun yang ada di dalam tubuh pasien.

“Angka kematian akibat kardiovaskular itu bisa dari stoke dan gagal gantung,” kata dr. Hendra.

Atas dasar itu, saat ini ada satu metode yang bisa digunakan yakni hemodiafiltrasi. Teknik ini, memungkinkan mesin untuk mengeluarkan molekul atau racun berukuran sedang yang tidak bisa di keluarkan oleh mesin hemodialisis biasa.

Dalam penelitian European Uremix Toxin Work Group, ada bebrapa jenis molekul racun yang harus dibuang pada pasien ginjal kronik. Ukurannya mulai dari kecil, sedang, hingga besar. Masalahnya, mesin hemodialisis biasa hanya mampu mengeluarkan molekul berukuran kecil dan tidak bisa membuang moleuk besar.

Celakanya, molekul sedang tersebut dapat mengakibatkan peradangan dan mal nutrisi yang bisa menyebabkan pasien kehilangan nafsu makan dan gangguan kardiovaskular. Jika dibiarkan, hal ini akan berdampak buruk bagi kesehatan pasien.

Dengan demikian, dr. Hendra meyakini racun berukuran sedang yang terbuang dari proses hemodiafiltrasi mampu memberikan dampak positif bagi pasien. Hasilnya, kualitas hidup pasien pun akan jauh lebih baik dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Pada prinsipnya mesin hemodiafiltrasi menggunakan jenis filter high flux yang memungkinkan pertukaran cairan dialisat dengan cairan dari dalam tubuh terjadi lebih baik. Dimana filter jenis ini mampu memfilter luas permukaan yang lebih beesar dan bisa membuang racun ginjal dengan molekul ukuran sedang.

“Ada water treatment atau pemeliharaan air sehingga proses ini akan menghasilkan cairan dialisat yang bersih. Ada juga dua filter di belakang mesin yang digunakan memfilter bakteri dan endotoksin. Jadi dengan sistem hemodiafiltrasi kita bisa mendapatkan kualitas hemodialisis yang lebih bagus,” ujarnya.

Di sisi lain, hemodiafiltrasi ialah terapi pengganti ginjal dengan teknik menggabungkan dua prinsip yaitu difusi dan konveksi. Proses konveksi ini menghasilkan ultrafiltrasi sejumlah besar cairan yang melintasi membran. Dengan teknik konveksi ini sehingga molekul yang lebih besar bisa di keluarkan.

“Parameternya adalah dengan menggunakan Beta 2 Microglobin. Dengan hemodiafiltrasi semua keluaran baik urea, posfat, dan kreatinin menjadi lebih efektif,” pungkasnya.

Leave a Reply