Transplantasi Ginjal: Pilihan Terbaik Untuk Hidup yang Lebih Berkualitas

KPCDI – Senior Consultant Surgeon, Vascular Access, Laparoscopy & Kidney Transplant, New Delhi, India, Dr. Vijaya Rajkumari, MBBS, MS (Surgeon), DNB, FRCS, IDCCM, menjelaskan terapi transplantasi ginjal bagi pasien ginjal kronik adalah jalan terbaik untuk mendapatkan hidup yang lebih berkualitas. Terapi ini jelas lebih baik dibandingkan dua terapi lainnya yaitu Hemodialisis (HD) dan Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD).

Menurutnya, terapi transplantasi ginjal sebenarnya sudah bisa dilakukan pada saat pasien memasuki stadium empat. Sehingga, pasien tidak perlu menunggu hingga memasuki stadium lima dan melakukan proses HD atau cuci darah yang biasanya menjadi terapi andalan dan tentu saja yang paling direkomendasikan oleh dokter.

Akan tetapi, bagi dr. Vijaya, terapi cuci darah jelas kurang efektif mengingat hal itu harus dilakukan sebanyak tiga kali dalam satu minggu. Pun, dalam proses menjelang cuci darah racun-racun sudah jelas terendap di dalam tubuh. Atas dasar itulah, bagi pasien—biasanya anak muda—yang malas melakukan cuci darah, terapi transplantasi adalah jalan terbaik.

Sebagaimana diketahui, ada dua jenis donor ginjal yang bisa digunakan. Pertama adalah donor organ dari pendonor hidup dan kedua adalah donor organ dari pendonor mati. Lalu seberapa efektif terapi transplantasi ginjal bagi kehidupan?

Dalam webinar bertajuk ‘Dialysis and Kidney Transplant: Which One is Better?’, dr. Vijaya menjelaskan pasien ginjal kronik yang melakukan transplantasi jelas akan mendapatkan banyak keuntungan. Mulai dari terbebas dari jadwal padat cuci darah atau cuci perut, terkontrolnya gula darah, dan kebebasan dalam diet yang pasti bisa lebih bebas dalam memilih menu makanan selama dalam keadaan bersih.

Selain itu bisa juga melakukan perjalanan jauh dan tidak perlu khawatir mencari tempat cuci darah. Pekerjaan pun bisa dikerjakan dengan lebih fleksibel dan tidak ada batasan fisik. Juga pada pasien perempuan pasien transplantasi akan mengalami kesuburan kandungan beberapa bulan setelah melakukan operasi. Akan tetapi dr. Vijaya menyarankan untuk tidak hamil dulu satu tahun setelah operasi agar tubuh lebih dahulu beradaptasi dengan ginjal yang baru.

“Pada pasien dialisis juga bisa mengalami kehamilan cuma tingkat kesuksesannya lebih rendah karena ada problem dan masalah yang berbahaya bagi ibu dan anaknya. Bayi bisa meninggal dalam kandungan, dan ibu bisa terkena meningkatknya tekanan darah tinggi,” kata dr. Vijaya dalam webinar yang digelar Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI), Minggu (22/8).

Lihat Rekaman Video : Dialysis and Kidney Transplant: Which One is Better?

Selain itu, dengan melakukan transplantasi, pasien juga akan mendapatkan keuntungan luar biasa yaitu bisa menambahkan usia harapan hidupnya. Bagi mereka yang mendapatkan donor dari pendonor hidup bisa bertahan hidup selama satu tahun sebesar 99%, lima tahun 77%, dan lebih dari 10 tahun sebesar 55%.

Sementara itu, bagi yang mendapatkan donor dari pendonor mati adalah satu tahun sebesar 88%, lima tahun 66%, dan 10 tahun 33%. Sementara bagi mereka yang menjalani dialisis, mereka hanya bisa bertahan hidup satu tahun 77%, lima tahun 33%, dan 10 tahun 11%.

Disisi lain meskipun memiliki banyak manfaat, tentu juga ada efek samping bagi seseorang yang melakukan transplantasi ginjal. Efek sampingnya adalah mereka harus meminum obat seumur hidup untuk menjaga ginjal baru mereka. Musababnya, jika pasien tidak meminum obat, tubuh akan menolak adanya organ baru dan menyadari ginjal tersebut bukanlah miliknya.

Bisa ditolak dan akan kembali ke keadaan gagal ginjal,” ujarnya.

Pun, obat-obatan ini juga akan berimbas pada menurunnya sistem kekebalan tubuh bagi manusia sehingga tubuh akan rentan terkena penyakit.  Atas dasar itu, pasien transplantasi harus menerapkan pola hidup sehat.

Juga tidak semua pasien ginjal kronik bisa melakukan transplantasi ginjal. Vijaya menjelaskan bahwa orang yang melakukan transplantasi harus dalam kondisi yang sehat secara keseluruhan dan mampu melewati serangkaian proses operasi besar.

“Bahwa transplantasi ginjal memberikan harapan baru dan jalan hidup baru bagian pasien. Perlu adanya dukungan dari keluarga untuk melakukan tindakan ini agar hasilnya yang maksimal demi kehidupan yang lebih baik,” pungkasnya. (ATR)

 

Leave a Reply