Imma Yuliana Siahaan Terpilih Aklamasi Pimpin KPCDI Medan

KPCDI – Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) cabang Medan, Sumatera Utara, baru saja menggelar konferensi untuk memilih ketua cabang yang akan memimpin organisasi selama lima tahun ke depan. Hasilnya, Imma Yuliana Siahaan terpilih sebagai ketua secara aklamasi. 

Nantinya, dalam menjalankan seluruh tugasnya, Imma akan didampingi oleh Sekretaris Sri Junery Ginting dan Bendahara Dina Mariana Silaen. Terpilihnya Imma ini menjadi semangat baru bagi KPCDI cabang Medan untuk memastikan seluruh pasien ginjal kronik di Medan mendapatkan fasilitas kesehatan yang dibutuhkan. 

“Program jangka pendek, menengah, dan panjang sedang kami diskusikan dengan teman-teman,” kata Imma, Minggu (1/8).

Menurut Imma, dalam waktu dekat, program yang sudah pasti akan menjadi prioritas adalah melakukan advokasi dan audiensi kepada pihak BPJS Kesehatan terkait fasilitas dan obat-obatan penunjang bagi para pasien. Menurutnya, di lapangan saat ini banyak pasien yang mendapatkan tindakan diskriminasi.

“Teman-teman banyak yang melapor bahwasannya ada obat-obatan yang tidak diberikan padahal BPJS sendiri menyatakan segalanya dicover,” ujarnya.  

Contoh diskriminasi yang terjadi adalah, pasien gagal ginjal yang melakukan hemodialisis di rumah sakit A mendapatkan seluruh fasilitas yang dibutuhkan. Mulai dari hemodialisis hingga mendapatkan obat-obatan yang dibutuhkan. Sementara di rumah sakit B dengan tipe yang sama, ada pasien ginjal yang tidak mendapatkan obat-obatan. 

“Kami pengen tahu penjelasan dari BPJS tentang regulasi obat-obatan gimana. Padahal sudah jelas kami sebagai pasien membayar iuran BPJS sama nominalnya,” jelasnya. 

Terakhir, Imma juga merencanakan program diskusi dengan pelbagai pihak lainnya seperti dengan Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri) dan pihak-pihak yang berhubungan dengan kesehatan ginjal manusia. Diharapkan program tersebut dapat membuat kualitas hidup pasien lebih baik kedepannya. (ATR)

 

Leave a Reply