[SIARAN PERS] PPKM Darurat, KPCDI Desak Pemerintah Berikan Vaksin dan Diskresi Perjalanan Pengobatan Bagi Pasien Ginjal

KPCDI – Sehubungan dengan terjadinya peningkatan kasus covid-19 di Indonesia, pemerintah Indonesia secara resmi telah menggulirkan kebijakan PPKM Darurat. Hal itu dirasa perlu dilakukan untuk menekan laju penyebaran virus Sars-CoV-2 yang menjadi biang keladi pandemi. 

Melihat situasi tersebut, Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) mengirimkan surat perihal permohonan vaksinasi prioritas dan diskresi penyekatan PPKM Darurat pasien ginjal kronik. Surat bernomor 014/KPCDl-PST/VII/2O2 tersebut ditujukan langsung kepada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Muhajir Effendy. 

Dalam suratnya, Ketua Umum KPCDI Tony Richard Samosir menjelaskan berdasarkan laporan Indonesian Renal Registry tahun 2019, jumlah pasien gagal ginjal aktif  telah menyentuh angka 185.901 orang dan pasien baru sebanyak 69.124 orang.

Pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani proses dialisis atau cuci darah dan transplantasi ginjal adalah kelompok yang paling rentan terinfeksi covid-19. Meskipun dalam kondisi sulit seperti hari ini, menurut Tony, pasien ginjal kronik tidak dapat mengisolasi diri di rumah karena harus melakukan tindakan dialisis ke fasilitas pelayanan kesehatan dua sampai tiga kali dalam satu minggu.

Berdasarkan surat rekomendasi Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam lndonesia (PB PAPDI) memberikan rekomendasi bagi para pasien penyakit ginjal kronik, geriatri, dan kardiovaskular untuk mendapatkan vaksinasi covid-19 (CoronaVac).

“Pertimbangan pemberian vaksinasi adalah upaya untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok pada populasi penduduk lndonesia untuk memutus transmisi COVID-19 sehingga diperlukan cakupan vaksinasi yang luas,” kata Tony, Rabu (7/7).

DOWNLOAD SURAT PERMOHONAN KE MENKO PMK TERKAIT VAKSINASI PRIORITAS DAN DISKRESI PERJALANAN PENGOBATAN BAGI PASIEN GAGAL GINJAL

Rekomendasi vaksinasi ini sejalan dengan desakan tiga organisasi ginjal global yaitu Presiden American Society of Nephrology (ASN) Susan E. Quaggin, Presiden The European Renal Association European Dialysis and Transplant Association (ERA-EDTA) Christoph Wanner, dan Presiden lnternational Society of Nephrology (ISN) Vivekanand Jho untuk memprioritaskan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani tindakan dialisis agar mendapatkan vaksinasi covid-19 untuk menyelamatkan nyawa dan meningkatkan kesehatan masyarakat khususnya pasien ginjal.

Pada kondisi tersebut, untuk mencegah penularan infeksi yang semakin luas bagi pasien dialisis, transplantasi ginjal, tenaga medis di rumah sakit dan klinik yang menyelenggarakan hemodialisis serta menjamin keselamatan pasien untuk dapat berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan di masa PPKM darurat maka rasanya pemerintah perlu memperhatikan beberapa hal. 

Pertama, KPCDI meminta kepada pemerintah untuk segera mempermudah vaksinasi prioritas kepada seluruh pasien ginjal kronik di Indonesia. Kedua, meminta pemerintah untuk melakukan diskresi di setiap zona penyekatan PPKM darurat bagi penderita gagal ginjal yang akan melakukan cuci darah dan pengobatan lainnya di pelayanan kesehatan, sebab tindakan cuci darah harus tepat waktu, tidak dapat ditunda maupun dibatalkan karena beresiko mengancam keselamatan nyawa pasien. (ATR)

Leave a Reply