[SIARAN PERS] Penularan Covid-19 Meningkat, KPCDI Minta Rumah Sakit Berikan Obat Ginjal Kronik Tanpa Pasien Harus Datang

KPCDI – Ketua Umum Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) Tony Richard Samosir meminta semua rumah sakit untuk selalu memberikan pelayanan bagi para pasien ginjal kronik di tengah kurva pasien positif meningkat. Hal itu perlu dilakukan karena pasien ginjal kronik adalah populasi yang rentan jika terpapar.

Atas dasar itu, KPCDI mengirimkan surat bernomor: 013/KPCDI-PST/VI/2021 kepada Menteri Kesehatan RI, Direktur BPJS Kesehatan, Direktur RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, perihal permohonan perubahan sistem pengambilan obat dan kunjungan poli di RSCM.

DOWNLOAD SURAT PERMOHONAN KPCDI KE MENTERI KESEHATAN, BPJS KESEHATAN & RSCM

Sebagaimana diketahui, RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo menjadi pusat rujukan pelayanan kesehatan, baik rawat jalan dan rawat inap bagi pasien covid-19 maupun non covid-19. Pada kondisi tersebut, untuk mencegah penularan infeksi yang semakin luas bagi pasien dialisis, transplantasi ginjal dan tenaga medis dikarenakan jumlah pasien rawat jalan di RSCM yang terus meningkat maka perlu dipertimbangkan beberapa hal. 

Pertama, untuk pasien transplantasi ginjal dan pasien peritoneal dialisis (CAPD) tanpa keluhan, kunjungan ke poli dan pengambilan resep obat dapat diwakilkan oleh pendamping pasien. Khusus bagi pasien dengan terapi peritoneal dialisis (CAPD), diberlakukan aturan yang sama untuk pengulangan obat pasien (2 kali iter) pada bulan berikutnya.

“Kunjungan ke poli bagi pasien transplantasi ginjal tanpa keluhan untuk pengambilan obat selama pandemi covid-19 yang boleh diwakilkan tanpa kehadiran pasien,” kata Tony, Sabtu (3/7).

Lebih lanjut, menurut Tony kejadian seperti itu sudah diberlakukan oleh beberapa rumah sakit seperti,  RSUP Fatmawati Jakarta, RSUP Dr. Kariadi Semarang, RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, RSUD Dr. Moewardi Solo, RSUD dr. Soedarso Pontianak, RSUD Dr. Agoesdjam Ketapang, RS Dr. Wahidin Sudirohusodo Sulawesi Selatan, RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya, RSUD Dr. Saiful Anwar Malang dan RSUD Timika Papua.

“Kebijakan ini dapat dipertimbangkan untuk menekan laju penularan covid-19 yang terus meningkat dan terbatasnya ruangan perawatan,” pungkasnya. (ATR)

Leave a Reply