“Hari ini aku nggak muncul di WAG ya. Seharian ini, bahkan mungkin sampai besok, aku mau memberesi plastik bekas dan barang bekas lainnya. Biar siap setor ke Bank Sampah Mutiara Timor,” ujar Noura Susantry, Ketua KPCDI Cabang NTT.

Yang dimaksud WAG itu adalah Whatshap Group sebuah Departemen di Kepengurusan Pusat KPCDI yang dia pimpin. Dua hari ini, ia mohon pamit karena sibuk berbenah sampah yang numpuk di rumahnya.

Pada tanggal 15 Juli 2020 lalu, pendamping pasien cuci darah ini dan Pemilik Bank Sampah, Melsi Mansula, menyambangi Kantor BPJS Kesehatan Cabang Kupang pada pukul 14.00 WITA.

Mereka menyampaikan ide tentang alternatif membayar iuran BPJS Kesehatan lewat skema bank sampah. Ide ini disambut gembira oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kupang, Dr. Fauzi Lukman, MM,. Ia mengapresiasi dan menyambut baik terobosan baru yang ditawarkan KPCDI NTT dan Bank Sampah Mutiara Timor.

Ketika ku tanya dari mana sampah-sampah botol plastik dan kaleng bekas itu ia peroleh, aku cukup tercengang atas jawabannya.

“Setiap hari Sabtu dan Minggu saya selalu berolah raga di Taman Nostalgia di Kupang. Di sana saya bersama anak-anak ku memungut sampah yang bisa disetor ke bank sampah,” ungkapnya.

Noura saat mengumpulkan dan memilah sampah botol plastik untuk ditukarkan di bank sampah

Bahkan, menurut penuturannya ada beberapa donatur sampah. “Kadang mereka antar sendiri, kadang aku yang harus ambil di rumah mereka,” ungkapnya lagi.

Seperti hari ini, sampah sudah begitu numpuk di rumahnya. Noura akan membereskan dan mengundang Bank Sampah Mutiara Timor untuk mengambilnya.

Selain untuk membantu membayar iuran BPJS Kesehatan, uang yang terkumpul dari kegiatan ini juga untuk membantu keperluan lain pasien cuci darah di Kupang.

Baca Juga :  Untuk Apa Cuci Darah, dan Siapa yang Harus Rutin Cuci Darah?

“KPCDI di Kupang bisa bantu uang ke anggota untuk beli beras, untuk uang transportasi mereka ke tempat hemodialisa. Kadang juga nambahin uang untuk bayar kontrakan anggota KPCDI,” ujarnya dengan penuh semangat.

Selain karena kerja keras Noura, setiap dia memposting ajakan untuk membantu kegatan ini, ada saja yang tergerak. Mereka membantu ngumpulin sampah untuk disetor ke Bank Sampah.

Selain itu, Noura juga mengambil beberapa sampah ke rumah pada donatur dan dikumpulkan seluruhnya dirumahnya sebelum diserahkan ke bank sampah

“Saya berharap banyak pihak yang mau membantu, karena sebenarnya cukup mudah dengan memilah sampah yang bisa disetor. Semakin banyak yang mau bantu semakin banyak pasien cuci darah yang akan menerima manfaat dari aktivitas ini,” ujarnya penuh harap.

Sungguh aku begitu kagum apa yang dilakukan Noura. Selagi mau kerja keras dan banyak ide, akan banyak anggota KPCDI yang tertolong. Semoga banyak cabang KPCDI mengikuti semangatnya. Dan banyak orang tergerak hatinya untuk membantu langkah sang Srikandi dari Timur ini.

 

 

Penulis : Petrus Hariyanto (Sekretaris Jenderal KPCDI)

Bagikan :