Melki Laka Lena, Wakil Ketua Komisi XI DPR-RI asal Nusa Tenggara Timur (NTT) berjanji akan membicarakan permasalahan terkait rujukan berjenjang saat Komisi IX DPR RI nanti melakukan Raker (Rapat Kerja) dengan Menteri Kesehatan dan RDP (Rapat Dengar Pendapat) dengan BPJS Kesehatan (BPJSK).

Pernyataan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI itu disampaikan (13/12/2020) kepada Noura Susantry, Ketua KPCDI Cabang NTT. Saat itu, anggota dewan yang masih muda itu mengunjungi dapilnya di Kupang, dan menemui Noura untuk mencarikan masukan dari masyarakat di Kupang.

Selain persoalan rujukan berjenjang, Ketua KPCDI Cabang NTT yang dijuluki Srikandi dari Timur itu juga menyampaikan banyak aspirasi saat diterima Wakil Ketua Komisi IX di ruang tunggu Hotel Aston.

“Kami yang di Kupang ini mengeluhkan pemberian obat-obatan yang tidak merata antara rumah sakit yang satu dengan lainnya. Misalnya, pasien dengan HB rendah, ada yang diberi EPO setiap kali cuci darah, ada yang sekali seminggu, tetapi juga ada yang sebulan hanya sekali,” ujarnya.

Lebih jauh lagi, pendamping pasien cuci darah yang aktif di KPCDI ini juga menagih janji Komisi IX yang akan memasukan pasien gagal ginjal dalam skema Penerima Bantuan Iuran (PBI) untuk kepesertaannya di BPJS K.

“Para pasien cuci darah dari Sumba, Labuan Bajo, Ruteng, Maumere, Alor kalau mau membuat cimino (Akses Cuci Darah) harus ke Kupang. Perlunya ada rumah singgah buat pasien yang jauh dari Kupang, untuk memudahkan operasi akses cuci darahnya,” ungkapnya.

Menanggapi aspirasi yang disampaikan KPCDI, anggota dewan dari Fraksi Golkar itu meminta data obat-obatan apa saja yang diperlukan dan yang mengalami kendala.

“Saya juga meminta data nama pasien cuci darah yang benar-benar harus dibantu di NTT yang nantinya diusulkan untuk masuk dalam skema PBI. Nanti bisa masuk PBI dari pusat, bisa juga dimasukkan dari provinsi atau kabupaten/kota,” janjinya kepada Noura.

Baca Juga :  Maraknya Bisnis Jual Beli Organ Manusia, KPCDI: Bentuk Lembaga Donor Organ!

Sedangkan tentang rumah singgah, Melki berjanji akan meminta gedung kosong dari pemda. “Biar rumah kosong itu jadi rumah singgah,” tandasnya.

Bagikan :