Siapa yang tidak mengenal sepak terjang Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih (YPP) dalam mengalang bantuan dan menyalurkan batuan sosial? Bila terjadi bencana alam mereka sigap menghimbau masyarakat untuk melakukan donasi dan sigap di lapangan untuk menyalurkan bantuan.

Demikian juga dalam pandemi COVID-19 ini, berbagai pihak mendapat bantuan APD (Alat Pelindung Diri), baik rumah sakit dan non rumah sakit.

Awalnya, publik akrab dengan nama Pundi Amal SCTV dan Peduli Kasih (INDOSIAR). Tapi, pada 11 November 2015, Manajemen Grup EMTEK (menauingi SCTV dan Indosiar) memutuskan mendirikan Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih (YPP).

YPP ikut bertransformasi menjadi wahana untuk mewujudkan kepedulian sosial dan kemanusiaan para stakeholder unit usaha di bawah naungan Grup EMTEK. Tidak terbatas lagi pada pemirsa televisi SCTV dan Indosiar seperti cikal bakalnya, melainkan juga para pengunjung dan pembaca liputan6.com, penonton dan pelanggan video streaming Vidio.com, pengguna aplikasi market place Bukalapak dan stakeholder unit usaha lainnya.

Nah, Bu Linna sangat terkejut ketika mendapat pemberitahuan YPP akan menyambangi rumahnya, yang menjadi Posko Bantuan Masker dan Hand Sanitizer yang diprakarsai KPCDI. Beberapa minggu sebelumnya memang Pengurus Pusat KPCDI melayangkan surat permohonan bantuan masker ke YPP.

“Mereka datang satu rombongan dengan membawa berkardus – kardus berisi masker. Mereka juga membawa kru kameramen dan mewawancarai aku,” ujar Bu Linna saat melaporkan hal tersebut kepada Sekjen KPCDI, Petrus Harinyanto.

Bagi KPCDI hal ini sebuah kebanggaan karena dipercaya oleh lembaga begitu kredible dan tersohor. Sebuah tambahan prestasi, sebelumnya juga mendapat bantuan dari perorangan dan lembaga, bahkan kementerian.

Sebuah oase di tengah padang pasir, di tengah penularan COVID-19 yang mengila, justru banyak lembaga sudah tidak terdengar membagikan masker gratis ke masyarakat. Sebuah anomali, saat pandemi masih datar-datar saja memakan korban, suasana justru hiruk pikuk banyak perorangan seakan berlomba – lomba dengan waktu untuk membagikan masker secara gratis.

Baca Juga :  Kondisi Sesak Napas dan Isolasi, Pasien Gagal Ginjal Ini Belum Bisa Cuci Darah

KPCDI sendiri tetap memutuskan akan tetap menggelar distribusi masker kepada pasien gagal ginjal yang kurang mampu. Pandemi COVID-19 justru semakin menukik ke atas jumlah yang terinfeksi. Orang bilang situasi normal baru, kalau kami bilang situasi abnormal. Jumlah terinfeksi semakin tinggi tetapi kesadaran dan kewaspadaan masyarakat justru semakin menurun.

KPCDI ingin menjadi salah satu elemen yang tetap disiplin menjalankan protokol dalam menghadapi COVID-19. Dimanapun berada anggota KPCDI akan selalu menggunakan masker. Untuk itulah, kami memohon para filantropis, baik individu dan lembaga untuk melakukan dinasi berupa masker dan hand sanitizer kepada kami.

Bantuan bisa dikirim ke Posko Pusat dengan PIC Ibu Linna, di nomor whatsApp 0812-5051-088, dengan alamat di Gracia Residence, Blok G No. 05, Graha Bintaro, Pondok Aren Tangerang Selatan.

Juga bisa disampaikan kepada cabang-cabang KPCDI dengan alamat :

  • Jakarta : Amadeus (081312241818)
  • Bekasi : Nia (085710417098)
  • Bogor : Evert (081219824823)
  • Banten : Hardono (0812.932.3879)
  • Depok : Supratman (082111721978
  • Sumatera Utara: Aimma (081260308804)
  • Riau – Pekanbaru : Irma (081365291181)
  • Jambi : Anne Yholanda (082186461907)
  • Sumatera Selatan: Nimas (082375716721)
  • Lampung: Ellin (081366800288)
  • Jawa Barat : Fajar sidik (087733772333)
  • Banyumas : Tangkas (081327252642)
  • Semarang : Atok Irrohman (085643829089)
  • Yogyakarta : Hanny (085727378696)
  • Jawa Timur : Lipah (085648318410)
  • Kalimantan Barat : Rhein (085252311975)
  • Kalimantan Timur : Mawar (081649762010)
  • Kupang : Noura Susantri (082266441025)

Karena distribusi masker dan hand sanitizer juga memerlukan biaya begitu besar, donasi juga bisa disampaikan dalam bentuk uang dengan ditransfer ke Nomor Rekening 5475.355.480 Bank BCA KCP Graha Raya Bintaro A.N Ester Machdalinah

Mari Kita Kalahkan COVID-19!

 

Penulis : Petrus Hariyanto (Sekjen KPCDI)
Bagikan :