Lebih dari tiga bulan ini, pengurus dan anggota KPCDI (Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia) disibukkan dengan aktivitas membagi masker dan hand sanitizer (HS) ke berbagai rumah sakit. Dari pengurus pusat, cabang dan  unit dialisis (HD). Semua bergerak. Total ada 20 kota yang terlibat dalam program ini.

Mereka langsung menemui pasien dan membagikan kedua barang tersebut.Boleh dibilang tiada hari tanpa membagi masker dan HS. Mulai dari packing masker, mengisi botol plastik ukuran kecil dengan HS, yang didapat dari dermawan dalam bentuk kemasan kiloan. Kemudian, mendistribusikan ke pasien yang membutuhkan,  baik langsung atau melalui ekspedisi.

Semua dikerjakan oleh pasien gagal ginjal, yang notabene tubuhnya lebih ringkih dari orang sehat. Mereka katakan, justru lelah yang membahagiakan. Uluran tangan mereka disambut positif oleh pasien. Kedua jenis barang itu sedang diburu banyak pasien dalam situasi pandemi Covid-19.

“Harganya mahal, naik berkali-kali lipat dibanding biasanya. Di Kota Kupang, kami susah mencari barang itu. Padahal, kami sebagai pasien cuci darah wajib memakai masker bila ke rumah sakit untuk cuci darah,” ujar Noura yang suaminya rutin cuci darah seminggu dua kali ini.

Seperti cerita Lifah, walau dia bukan Pengurus KPCDI Cabang Jawa TImur, tetapi dalam program ini menjadi motor penggerak untuk mendistribusikan masker ke kota Sidoarjo, Surabaya, Gresik, Malang dan kota lain di Jawa Timur.

 

 

“Aku sering dimarahin teman-teman. Dikira saya menimbun masker. Memang baru dapat segitu, mau bagaimana lagi? Tapi yo seneng, tetep tak lakoni (tetapi ya senang, saya jalankan tugas itu) mergo konco-konco terbantu (teman-temanku terbantu),” ujarnya dengan bahasa Jawatimuran.

Ia juga menceritakan kalau tangannya sampai lecet memasukan cairan HS ke ratusan botol. Katanya, tidak setiap hari badannya fit, lebih-lebih sehabis cuci darah sering drop.

Cerita yang sama juga dialami Amadeus. Puluhan kilo HS harus ia masukan ke botol kecil. Ia juga harus packing masker untuk dikirim ke berbagai kota. Dia menjadi penanggung jawab Posko Pusat, dimana batuan dari para dermawan dipusatkan di rumahnya.

Baca Juga :  Begini Kondisi Terakhir Pak Asep, Pasien Cuci Darah yang Ditemukan di Pos Ronda Waktu Lalu

“Udah badan loyo habis cuci darah, langsung packing. Ketika dibawa ke ekspedisi mereka menolak. Minta paket kiriman dibuka lagi. Mereka tidak mau menerima HS yang dikemas dalam botol beling, kalau pecah bisa menimbulkan kebakaran,” ungkapnya.

“Akhirnya, Deus dan istri, serta dibantu beberapa pengurus cabang mem-packing lagi.

Sesampainya masker dan HS di daerah, semua senang menyambutnya. Mereka bergegas membuat rapat planing pembagian masker dan HS.

 

 

“Kalau ada koordinator unit HD, kita kirim ke mereka agar distribusikan ke pasien yang hemodialisa di sana. Jika tidak, kami kirim via ekspedisi, seperti ke kota Binjai dan Deli Serdang,” ujar Aimma Siahaan yang ditunjuk untuk menjadi koordinator program pembagian masker dan HS di Cabang Sumatera Utara ini.

 

 

KPCDI cabang Banyumas daerahnya terhitung luas. “Kami membagikan ke berbagai kota kabupaten. Dari Brebes, Purworejo, Purwokerto, Banjarnegara, Wonosobo, Purbalingga. Untungnya, kami punya koordinator di setiap rumah sakit di kota tersebut. Jadi enak distribusinya,” ujar Tangkas Ketua KPCDI Cabang Banyumas.

Dari ceritanya, banyak donatur dan para dermawan yang menyumbang masker dan HS langsung ke Cabang Banyumas. Ada yang menyebutkan nama,  ada yang tanpa nama. Mereka tergerak hatinya ketika KPCDI mengajukan permohonan bantuan masker dan HS lewat media sosial.

Bisa dibilang Banyumas surplus, dan mereka mengirim sebagian ke KPCDI Jambi yang kebetulan belum mampu menghimpun sumbangan dari para dermawan.

 

 

KPCDI Jambi, dengan motornya Anne Yolanda, membagikan masker ke berbagai rumah sakit di sana. Bahkan, sehari sebelum tulisan ini dibuat, mereka baru saja merampungkan pekerjaan mereka. Pengalaman seperti ini rupanya baru dialami teman-teman di Jambi, yang memang jauh dari jangkaun pengurus pusat di Jakarta.

Hampir dua hari sekali pengurus pusat membuat laporan pembagian masker dan HS, melalui tulisan dengan disertai foto kegiatan tersebut di berbagai kota. Mungkin lebih dari sepuluh laporan kami posting di fanpage facebook, dan ratusan share yang telah dilakukan anggota.

Baca Juga :  Mari Bantu Adik Farel! Begini Kondisinya Paska Cangkok Ginjal

 

 

Itu semua bentuk komitmen KPCDI untuk memberitahu secara terbuka kepada para dermawan. Sebagai bentuk pertanggungjawaban, akuntabilitas dan kredebilitas KPCDI dalam menyelenggarakan program permohonan bantuan langsung kepada dermawan, serta keterbukaan dalam menyalurkan bantuan kepada anggota yang benar-benar membutuhkan pertolongan.

Ada donasi jutaan uang, ribuan masker, dan puluhan kilogram HS diperoleh dari para dermawan. Ribuan masker terdistribusi ke ribuan pasien cuci darah ke berbagai rumah sakit di 20 kota.

Mungkin ini sebuah prestasi yang baru kami raih, baik dari lamanya waktu dan pengerahan sumber daya manusia yang masif di seluruh tingkatan organisasi.

Untuk itu, kami memberanikan diri untuk melangkah pembagian masker dan HS tahapan kedua. Kami nyatakan tetap berlanjut, karena pandemi ini juga belum usai. Semoga banyak pihak semakin mempercayakan bantuan sosial kepada kami.

Kami mengajak semua orang untuk berpartisipasi membantu pasien ginjal kronik yang bisa langsung diberikan di pusat melalui:

Nama : Amadeus Dewa

Alamat : Jalan Kramat Pulo Dalam 2 No. G65A, Senen, Jakarta Pusat 19450

No. Kontak : 081312241818 (Telepon & WhatsApp)

 

Dan bisa disalurkan ke cabang-cabang dengan kontak :

 

Jakarta : Amadeus (081312241818)

Bekasi : Nia (085710417098)

Bogor : Evert (081219824823)

Banten : Hardono (0812.932.3879)

Depok : Supratman (082111721978

Sumatera Utara: Aimma (081260308804)

Riau – Pekanbaru : Irma (081365291181)

Jambi : Anne Yholanda (082186461907)

Sumatera Selatan: Nimas (0823.7571.6721)

Lampung: Ellin (0813.6680.0288)

Jawa Barat : Fajar sidik (0877.3377.2333)

Banyumas : Tangkas (0813.2725.2642)

Semarang : Atok Irrohman (0856.4382.9089)

Yogyakarta : Hanny (0857.2737.8696)

Jawa Timur : Lipah (856-4831-8410)

Kalimantan Barat : Rhein (0852.5231.1975)

Kalimantan Timur : Mawar (0816.4976.2010)

Kupang : Noura Susantri (0822.6644.1025)

 

Donasi untuk membantu Pasien Cuci Darah

Silahkan transfer donasi anda ke rekening dibawah ini. No Rekening : 5475 – 355 – 480 Bank BCA KCP Graha Raya Bintaro A.N Ester Machdalinah

 

Penulis : Petrus Hariyanto (Sekjen KPCDI)
Bagikan :