Masih ingatkan Ibu Panca Ernawatin? Pasien cuci darah yang sejak senin tanggal 20 April 2020, tidak mendapat layanan hemodialisa di RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor, Kalimantan Selatan? Sang pasien mengeluh sesak nafas, lalu dinyatakan PDP, hanya diisolasi tanpa layanan hemodialisa dan tidak dirujuk ke rumah sakit yang punya fasilitas Hemodialisa di ruang isolasi.

Kabar baik, hari Selasa (29/4/2020) sudah dirujuk ke RSUD Ulin di Banjarmasin. “Kemarin (30/4/2020), sang ibu sudah dilayani cuci darah. Informasi hari ini, beliau kondisinya sudah stabil” Ungkap salah seorang yang enggan disebutkan namanya

KPCDI mengucapkan terima kasih kepada publik dan banyak pihak, karena sudah bahu membahu untuk mengadvokasi si pasien.

Setiap hari, Departemen Advokasi selalu menghubungi pihak rumah sakit agar si pasien jangan diterlantarkan. Kami juga telah membuat rilis berita dilaman www.kpcdi.org. Atas dukungan publik, berita itu telah di share di  sebanyak 5.357 orang.

Terima kasih juga buat kawanku Dita Idah Sari (Staff Khusus Menteri Tenaga Kerja) yang telah menghubungi Wakil Ketua Komisi IX DPRI, Ibu Ninik dari Fraksi PKB, yang telah mau menghubungi Gubernur Kalimantan Selatan dan pihak rumah sakit.

Juga kepada ibu Ribka Tjiptaning (Fraksi PDI Perjuangan di Komisi IX DPR RI) yang telah mengirimkan pesan ke Menteri Kesehatan.

Kerja keras KPCDI dan dukungan banyak pihak telah membuahkan hasil.

Walau begitu, kita semua harus tetap mengawal agar ibu yang sudah delapan hari tidak cuci darah itu secara berkelanjutan mendapat pelayanan semestinya.

Tulisan ini, sekaligus berisi peringatan kepada setiap rumah sakit penyelenggara hemodialisa untuk menyediakan layanan cuci darah di ruang isolasi. Bila pasien terlantar karena tidak adanya fasilitas tersebut, tak segan-segan KPCDI akan melawannya. Dan kami juga sudah menyiapkan tim pengacara khsusus, apabila kasus tersebut terindikasi adanya upaya melawan hukum. Dan kami akan membawa kasus tersebut ke meja hijau.

Baca Juga :  Duh, Pasien Ini Diwajibkan Ikut Rapid Test Tiap 10 Hari Dengan Biaya Pribadi

Penulis: Petrus Hariyanto (Sekretaris Jenderal KPCDI)

Bagikan :