MENGAPA ANDA PERLU MEWASPADAI KUMAN ?

Peritoneum yang normal berada dalam kondisi steril. Agar terindar dari infeksi, semua hal yang berhubungan dengan peritoneum haruslah steril, antara lain: cairan dialisis, ujung tempat masuk kantung, bagian dalam dari peralatan, konektor dari penghubung Y, konektor pada transfer set, jarum dan alat suntik untuk menambahkan obat pada cairan dialisis.

 

DARI MANA KUMAN BERASAL?

Kuman adalah organisme yang sangat kecil, tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, selain menggunakan mikroskop. Semua orang terpapar oleh jutaan kuman di sekitarnya, bisa berada di kulit Anda, di dalam hidung dan mulut Anda, di bagian luar dari peralatan, di permukaan meja. Pada kenyataannya kuman berada di mana-mana. Kuman berkembang biak dengan cepat dan sangat berbahaya karena dapat menimbulkan infeksi. Kuman berkembang biak dengan baik di tempat yang lembab dan hangat dimana terdapat banyak sumber nutrisi, misalnya di jaringan tubuh. Infeksi pada peritoneum disebut PERITONITIS. Kuman tidak dapat hidup pada lingkungan yang bersih, umumnya kuman dapat dibasmi dengan cairan antiseptik khusus yang digunakan oleh dokter dan perawat Anda.

 

MENGAPA MENCUCI DAN MENGERINGKAN TANGAN PENTING BAGI ANDA?

Kuman ada di permukaan kulit Anda, terutama pada tangan, diselasela jari dan di bawah kuku. Setiap sebelum pergantian cairan maupun membersihkan exit site, Anda harus mencuci seluruh bagian tangan dengan sabun yang cukup dan air sesuai dengan cara yang diajarkan oleh perawat Anda, lalu keringkan tangan Anda dengan baik. Keringkan seluruh tangan Anda, lebih dianjurkan bila menggunakan handuk disposable, dan jangan sentuh apapun setelah Anda mencuci tangan. Jika Anda menyentuh sesuatu setelah Anda mencuci tangan, maka Anda harus mencuci kembali tangan Anda.

INGAT BAHWA WALAUPUN TANGAN ANDA BERSIH, TANGAN ANDA TIDAK STERIL!

 

APAKAH YANG DIMAKSUD DENGAN PERITONITIS?

Peritonitis adalah komplikasi infeksi yang paling serius yang mungkin dialami pasien dengan Dialisis Peritoneal. Peritonitis terjadi bila ada kuman masuk ke dalam peritoneum. Peritonitis dapat disembuhkan, namun dapat menjadi fatal jika tidak diobati dengan cepat dan tepat.

 

BAGAIMANA CARA KUMAN MASUK KE DALAM PERITONEUM ?

Berbagai cara penyebab masuknya kuman ke dalam peritoneum :

  • Cara penggantian yang salah (cara mencuci tangan yang tidak benar, lingkungan yang tidak bersih, cara menggunakan konektor Y atau transfer set, dan cara pemberian obat yang salah).
  • Pemakaian masker yang tidak tepat (harus menutupi hidung dan mulut Anda).
  • Ada bagian dari sistem peritoneal dialisis yang rusak dan bocor.
  • Infeksi di exit site dan atau saluran.

 

 

BAGAIMANA ANDA MENGETAHUI BAHWA ANDA MENGALAMI PERITONITIS?

Ada tiga hal yang menandai bahwa Anda menderita / mengalami peritonitis :

  • Cairan dialisis yang keluar keruh.
  • Sakit perut.
  • Demam.

Jika Anda mengalami salah satu tanda atau gejala di atas, Anda harus SEGERA mengunjungi unit dialisis. Bila cairan dialisis yang keluar keruh, JANGAN MENUNDA untuk mengetahui apakah kekeruhan tersebut nantinya hilang pada penggantian berikutnya. Jangan menunda hingga timbul gejala nyeri pada perut atau demam.

 

APA YANG DIMAKSUD DENGAN EXIT SITE?

Exit Site adalah tempat dimana kateter keluar.

 

APA YANG DIMAKSUD DENGAN INFEKSI PADA EXIT SITE?

Infeksi exit site adalah komplikasi yang terjadi bila kateter exit site terinfeksi kuman. Sangat penting untuk mengamati penampakkan exit site, karena infeksi pada exit site dapat berlanjut menjadi peritonitis. “Tunnel” adalah lokasi dimana kateter masuk di bawah permukaan kulit, dimulai dari tempat keluarnya kateter dan berakhir pada tempat masuknya ke peritoneum.

 

BAGAIMANA ANDA DAPAT MENGETAHUI LOKASI TERJAIDNYA INFEKSI PADA EXIT SITE ATAU PADA “TUNNEL”?

Dapat diketahui dari gejala berikut :

  • Kemerahan di sekitar exit site.
  • Pembengkakan di sekitar exit site.
  • Rasa nyeri bila area sekitar exit site atau “tunnel” disentuh.
  • Keluar nanah atau cairan mengandung darah dari exit site.

Adanya rasa nyeri pada lokasi tempat kateter berada menandakan adanya “infeksi pada tunnel”.

 

APA YANG HARUS ANDA LAKUKAN AGAR TERHINDAR DARI PERITONITIS DAN INFEKSI PADA EXIT SITE?

Ada beberapa cara petunjuk sederhana untuk menghindari terjadinya perionitis dan atau infeksi pada “exit site” dan “tunnel” seperti:

  • Mandi setiap hari penting untuk menjaga kebersihan kulit, khususnya di sekitar “exit site”. Pembersihan harus dilakukan dengan cara yang diajarkan oleh perawat Anda.
  • Pakaian dalam maupun luar harus diganti dengan yang bersih.
  • SELALU mencuci dan mengeringkan tangan Anda sebelum menyentuh kateter dan “exit site”.
  • Lakukan perawatan harisan “exit site” segera setelah mandi. Bersihkan kulit di sekitar kateter dengan gerakan melingkar menggunakan cairan antiseptik yang dianjurkan oleh perawat Anda. Hindari menggunakan kasa atau benda lain pada “exit site” kecuali diinstruksikan oleh dokter atau perawat Anda.
  • Jangan mandi berendam, sebaiknya gunakan shower.
  • SELALU menjaga posisi kateter agar tetap pada tempatnya dengan menempelkannya ke kulit. Gunakan pleseter yang dianjurkan untuk mencegah kateter tertarik, terputar atau tersangkut.
  • JANGAN TARIK ATAU PUTAR KATETER.
  • JANGAN menggunakan gunting di dekat kateter karena beresiko kateter terpotong sehingga Anda perlu dioperasi lagi untuk menggantinya dengan kateter baru dan kuman mudah masuk ke dalam peritonium sehingga menyebabkan peritonitis.
  • Jangan menggaruk di sekitar “exit site”
  • Jangan menggunakan bedak tabur, krim atau salep pada atau doi sekitar “exit site”.
  • Jangan menggunakan ikat pinggang di atas “exit site”.

 

Baca Juga :  Ingat! Menemukan Berat Badan Kering Penting Bagi Pasien Cuci Darah
Bagikan :