Di tengah wabah virus corona saat ini, masker sebagai alat pelindung diri menjadi barang yang “mewah”. Tidak hanya tenaga medis tetapi juga masyarakat umum yang membutuhkannya. Akibatnya, masker menjadi barang yang langka.

Tak heran bila akhirnya, banyak yang menggunakan masker secara berulang. Namun, apakah penggunaannya akan tetap efektif jika digunakan berulang kali?

Dikutip dari laman National Kidney Foundation, berdasarkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (Centers for Disease Control and Prevention – CDC) mengeluarkan rekomendasi untuk penggunaan kembali masker apabila mengalami kekurangan persediaan. Namun, apabila pasien ingin menggunakan kembali masker tersebut untuk pemakaian berikutnya, sebaiknya mendiskusikan dengan Dokter dan Perawat di unit dialisis mereka.

Berikut ini beberapa rekomendasinya:

  • Masker dengan jenis tali yang diikat erat ke belakang kepala akan sangat sulit dilepaskan tanpa merusak tali. Masker jenis ini tidak boleh digunakan kembali
  • Masker dengan tali elastis yang dikaitkan ke telinga lebih memungkinkan untuk digunakan kembali
  • Jika masker jenis ini akan digunakan kembali, masker harus dilipat dengan hati-hati sehingga permukaan luar yang berwarna hijau terlipat ke dalam dan saling menempel untuk mengurangi kontak selama penyimpanan. Masker yang dilipat dapat disimpan di dalam kantong kertas yang dapat ditutup rapat atau wadah yang berongga.

Menurutnya, pedoman ini dirancang untuk para profesional kesehatan, tetapi Tanggap Darurat Komunitas Ginjal (Kidney Community Emergency Response – KCER) percaya bahwa pedoman itu juga berlaku juga untuk pasien.

 

Bagikan :
Baca Juga :  Terima Kasih! Sang Pasien Delapan Hari Tidak Cuci Darah Akhirnya Sudah Terlayani