Medan, Sumatera Utara – Seberapa pentingkah akses AV SHUNT (Arteri Vena) bagi seorang pasien gagal ginjal yang melakukan tindakan cuci darah dengan mesin hemodialisa? Kenapa harus selalu dijaga dan dirawat kebersihannya agar tetap bisa maksimal digunakan?

Pertanyaan penting inilah yang mendorong Pengurus Cabang KPCDI Sumatera Utara melakukan Seminar Awam bertemakan “Perawatan Akses Vaskuler & Manajemen Anemia Pada Pasien Gagal Ginjal”. Acara tersebut digelar Minggu (9/2/2020), di salah satu resto di kota Medan dengan mengundang pembicara dr. Brema SP Utama Pasaribu, Sp.BTKV dan dr. Sandi Parutama Gani.

“Bagi pasien ginjal kronis yang melakukan proses cuci darah diperlukan akses vaskuler dalam tubuhnya  untuk mengalirkan darah dalam jumlah besar secara terus menerus ke dalam mesin hemodialisa. Dan ini tidak bisa hanya mengandalkan pembuluh darah/vena normal, pembuluh darah tersebut akan kolaps karena proses hemodialisa,”

Demikian disampaikan dr. Brema SP Utama Pasaribu, Sp.BTKV di hadapan lebih dari 100 orang pasien gagal ginjal dalam seminar awam “Perawatan Akses Vaskuler & Manajemen Anemia Pada Pasien Gagal Ginjal” yang digelar oleh Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) bekerja sama dengan Combiphar, di Medan, Minggu, 9 Februari 2020.

Dokter ahli Bedah Toraks Kardiovaskular (Sp.BTKV) yang berpraktek disalah satu rumah sakit swasta ini menganjurkan bahwa akses pembuluh darah ini harus dijaga tetap bersih, agar terhindar dari infeksi dan komplikasi lainnya yang dapat membahayakan pasien dan menghambat proses hemodialisa.

dr. Brema melakukan pemeriksaan salah satu akses cuci darah pasien

Menurutnya, ada beberapa hal yang perlu dijaga dalam merawat akses vaskuler tersebut. “Tidak  mengangkat beban berat pada tangan yang ada akses vaskulernya. Selama tidur akses vaskuler tidak tertimpa tubuh. Tidak memakai aksesoris yang mengikat atau berat pada akses vaskuler. Tidak mengukur tekanan darah pada tangan yang ada akses vaskulernya,” jelasnya dihadapan 100-an anggota KPCDI yang datang memenuhi tempat acara.

Baca Juga :  Jarum Habis, Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam

“Adapun hal lain menyebabkan akses vaskuler rusak seperti jika denyut nadi yang tiba-tiba melemah, iritasi pada tangan yang ada akses vaskuler, kemerahan atau pendaharan, maka wajib bagi pasien untuk segera berkonsultasi dengan dokter agar segera diperikasa dan diobati. Demi mencegah kerusakan pada akses tersebut,” pungkasnya***

Bagikan :