Menutup tahun 2019, Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) Cabang Yogyakarta bersama Combiphar menyelenggarakan Kopi Darat (Kopdar) dengan tema “Bersama KPCDI Pasti Bisa” di Rumah Makan Pelem Golek, Yogyakarta (15/12).

Kopdar yang diikuti sekitar 50 anggota KPCDI ini dihadiri oleh Ketua Umum KPCDI, Tony Samosir. Dalam sambutannya, Tony Samosir mengingatkan kembali tujuan dibentuknya KPCDI. Dikatakan Tony, selama ini, KPCDI hadir untuk memperjuangkan hak-hak pasien cuci darah. “Selain memberikan edukasi, KPCDI harus mampu mempengaruhi kebijakan-kebijakan publik yang berkaitan kepada nasib pasien cuci darah”, imbuhnya.

Saat ini kita tengah bekerja dalam kaitannya dengan kenaikan tarif iuran BPJS Kesehatan. KPCDI berjuang, agar para pasien yang kurang mampu tidak perlu mengalami kenaikan iuran BPJS. “Para pasien itu kan kondisi ekonominya macam-macam. Apalagi ada teman-teman yang bekerja sebagai buruh serabutan atau penjual kopi. Ada juga tukang bangunan. Mereka ini masih peserta-peserta BPJS Mandiri yang harus membayar iuran rutin. Nah, teman-teman seperti ini berpenghasilan rendah dan mungkin tidak mampu membayaran iuran. Dan di sinilah KPCDI berjuang memberikan masukan kepada pemerintah agar kenaikan iuran dievaluasi”, tuturnya.

Ditambahkan Tony, penetapan Penerima Bantuan Iuran (PBI) masih belum tepat sasaran dilapangan. Dan KPCDI mendesak agar pemerintah  turun ke lapangan mengecek langsung kondisi masyarakat khususnya pasien kronis, sehingga kebijakan bantuan iuran ini pun bisa dinikmati oleh orang yang benar membutuhkan.

Ketua Umum KPCDI, Tony Samosir saat memberikan kata sambutan pada di acara kopi darat di Yogyakarta

Kopdar dilanjutkan dengan pemaparan tentang Prevelensi Anemia Berdasarkan Stadium PGK yang disampaikan oleh dr. Sari Murnani, Dokter Umum di Klinik Hemodialisasi Nitipuran. Dikatakan dokter Sari bahwa tujuan terapi anemia pada gagal ginjal adalah untuk mencegah pemberian tranfusi darah, meningkatkan kualitas hidup dan fungsi fisik, meningkatkan kognitif, memberikan manfaat terhadap kerja jantung, menurunkan hospitasilasi (rawatan di Rumah Sakit) serta morbiditas (kesakitan) dan mortalitas (kematian).

Baca Juga :  Kemenkes Menanggapi Aduan KPCDI

“Ginjal yang rusak tidak bisa menghasilkan hormon EPO yang cukup, sehingga pasien gagal ginjal cenderung mengalami anemia. Untuk itu penting memilih makanan yang mengandung zat besi yang tepat bagi pasien“, paparnya

dr. Sari Murnani, Dokter Umum di Klinik Hemodialisasi Nitipuran, Yogyakarta

Jamaludin, salah satu peserta kopdar sangat senang dengan acara kopdar KPCDI ini. Menurutnya, acara ini menarik dan menambah pengetahuan walaupun acara berlangsung sebentar, namun sangat mengena.

Peserta lainnya, Ibu Nila berharap acara Kopdar bisa dijadwalkan tidak terlalu lama, sehingga para anggota bisa saling interaksi dan bersilaturahmi. Dan tentunya mendapat ilmu dari pembicara dan pasien lagi yang berbagi pengalaman, katanya.

Tak tangung-tangung, kopdar juga dihadiri oleh rombongan KPCDI Banyumas. Menurut mereka, kopdar kali ini sangat berkesan dan asyik.  “Kami tunggu undangan kopdar selanjutnya di Yogjakarta”. Dan merekapun juga menunggu kedatangan KPCDI Yogyakarta ke Banyumas”, tutur mereka.

Dalam kopdar kali ini, hadir pula perawat yang 7 tahun tidak pernah absen mendampingi pasien gagal ginjal di luar ruang Hemodialisa (HD). Sebagai perawat, Anjar Ismiati ingin melanjutkan tugas perawat yaitu menjadikan para pasien HD sebagai keluarga dan turut bertanggung jawab memberikan motivasi untuk  semakin sehat. Inilah yang membuatnya tidak pernah lelah mendukung para pasien HD.

Salah seorang peserta yang sedang tanya jawab

Hanny, Ketua KPCDI Cabang Yogyakarta berharap agar acara kopdar seperti ini dapat mempererat tali silaturahmi dan memberikan semangat bagi teman-teman Gagal Ginjal untuk berjuang mengatasi keluhan-keluhan dan bisa memiliki motivasi untuk hidup sehat.

Acara yang dipenuhi dengan doorprize ini, dimeriahkan dengan berbagai permainan dan unjuk suara. Para peserta sangat antusian menghibur diri dengan bernyanyi. (Listi/Koordinator Publikasi).

Bagikan :