Minggu kemarin (11/11/2018) KPCDI menulis kisah pilu Ibu Asna (klik link –> https://bit.ly/2Dzc1sw). KPCDI juga memohon kepada publik agar bersedia mengulurkan tangannya untuk membantu ibu yang malang itu, dengan mengirimkan donasi melalui rekening;

No Rekening : 6220-41-4343
Bank BCA KCP Kemang Mansion
A.N Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia

Sungguh luar biasa, ajakan itu disambut positif banyak pihak dan memberi bantuan uang melalui Rekening KPCDI.

Bantuan yang telah diterima sebagai tahap pertama, sudah kami serahkan ke Pengurus KPCDI Wilayah Sumut. Mereka langsung akan menyalurkan kepada Ibu Asna.

Jumlah Donasi yang sampai hari ini terkumpul sebesar Rp. 4.035.000,-, dan kami terus membuka donasi untuk membantu meringankan beban Ibu Asna.

Cuaca pada Minggu siang begitu sangat cerah. Kami berkumpul di Merdeka Walk, Medan, untuk mengunjungi dan memberi bantuan kepada Ibu Asna. Dengan menumpang taxi online, kami pun tiba dirumah Ibu Asna yang semi permanen itu.

“silakan masuk,” begitu sapa Ibu Asna pada Pengurus KPCDI Sumut yang datang berkunjung kerumahnya di daerah Marelan Medan.

Dengan berusaha ramah Bu Asna mencoba menyiapkan tikar lusuh buat menyambut kedatangan kami.

Ibu Asna merupakan seorang janda tua penderita Gagal Ginjal.

“Apa kabar Ibu? sehat Bu,” sapa Aimma Siahaan dan fitri .

Ibu Asna tinggal bersama ibunya yang juga sudah tua renta dan sakit-sakitan. Kehidupan sehari hari Ibu Asna banyak ditopang oleh bantuan tetanganya.

“kadang ada yang kasih beras 2 kilo, ada yang kasih gula,” begitu katanya.

“Apa bantuan tersebut cukup Bu?” tanya Benny sinaga dari KPCDI Sumut.

Sejenak Ibu Asna terdiam……..

Dengan rasa sedih dia mencoba tegar. “Ya kalau ngak cukup ya mau bilang apalagi” katanya. “itupun syukur ada yang membantu,” tambahnya

Baca Juga :  Uluran Tangan Kita Berguna Bagi Keluarga Almarhum
 

Asna dan Ibunya

Lima tahun sudah dia hidup sebagai Pasien Gagal Ginjal dan hidup dirumah semi permanen yang tua dan tak terawat itu.
 
“Ibu nggak punya saudara atau anak?” tanya Pak Parasian Simamora anggota KPCDI yang ikut dikegiatan amal sosial tersebut .
 
Ternyata bu Asna hanya punya satu anak yang sudah berumah tangga namun tidak begitu memperdulikannya karena menang hidupnya juga susah dan bekerja sebagai kuli bangunan serta tidak tetap.
 
“Saya cuci darah rabu dan sabtu,” katanya.
 
“Terus bagaimana dengan tranportasi ibu setiap pergi Cuci Darah,” Tanya Pak Parasian lagi.
 
Kesedihan mendalam terlihat jelas diwajah ibu Asna, air matanya pun jatuh.
 
“Saya pergi kadang naik angkot, kadang naik becak,” katanya
 
Bahkan ongkosnya pun dibantu para tetangga sekitar tempat tinggalnya yang memang sudah tahu Ibu Asna yang hidup miskin.
 
“Ada yang kasi 25 ribu ya alhamdulilah, ada yang kasi 10 ribu juga bersyukur,” katanya
 
Melihat tampilan secara fisik, kondisi Ibu Asna memang sangat memprihatinkan.
 
“Kalian sehat-sehat semua ya, nggak nampak pasien cuci darah,” tambahnya.
 
“Ya bu, itulah harapan kami datang kesini untuk membantu Ibu Asna dan harapan kami ibu juga dapat lebih sehat dalam menjalani cuci darah,” kata Pengurus KPCI Sumut.
 
Komplikasi asites dan sudah tiga kali sedot cairan dari perut serta hernia membuat Ibu Asna nampak frustasi. “Kadang saya terpikir untuk bunuh diri saja dengan minum racun,” keluhnya.

Benny, Pengurus SUMUT saat berbincang dengan Ibu Asna

 
Seakan tidak tahan dengan beban dan rasa sakit yang harus dijalaninya setiap harinya Ibu Asna mengaku putus asa. Pergi cuci darah saja sendiri, tanpa ada yang menemani. Padahal dia sudah kesulitan berjalan, HB-nya rendah ditambah albuminnya juga rendah.
 
Bahkan buang air besar dan air kecil juga sudah susah. Perut juga semakin membesar, ditambah hernia yang tak kunjung sembuh.
 
Ibu Asna juga mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan para dermawan dan kehadiran Pengurus KPCDI Sumut.
 
Pada kesempatan tersebut KPCDI Sumut memberikan bantuan berupa menyewa becak bu Asna selama sebulan penuh untuk alat transportasinya berobat ke rumah sakit dan cuci darah. kami juga memberikan berupa paket sembako (beras, telur, gula, minyak dan lainnya) dan vitamin serta susu khusus nutrisi bagi pasien Gagal Ginjal.
 

KPCDI Sumut juga berjanji akan berusaha terus melakukan pendampingan kepada bu Asna terutama untuk mengobati hernia dan asites. “Kami akan coba membantu ibu semampu kami, dan berharap Ibu Asna dapat menjalani hidup dengan Cuci Darah lebih baik,” begitu janji Pengurus KPCI Sumut sambil memberikan Bantuannya.

Bagi kamu yang terbeban untuk membantu meringankan kondisi kesehatan dan ekonomi Ibu Asna, kamu bisa mengirimkan donasi ke rekening diatas. Atau untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Pengurus KPCDI Wilayah SUMUT, Aimma Siahaan di nomor HP 0812-6030-8804.

Bagikan :